Akuisisi Di Sektor Teknologi dan E-Commerce Dipengaruhi Oleh Besarnya Potensi Pasar

Aulia Ersyah Marinto Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menyebutkan kalau tindakan merger serta akuisisi di bidang tehnologi serta e-commerce sekarang ini didorong oleh besarnya potensi pasar. ” Dana yang diperlukan untuk kue (pasar) itu juga besar, pasti tidak dapat sendiri, ” ungkap Aulia

Mengacu penelitian dari Duff & Phelps, nilai dari deal merger serta akuisisi usaha di Indonesia menjangkau US$ 4 miliar di semester I 2017. Di mana investasi yang terbesar datang dari usaha e-commerce.

Akuisisi Di Sektor Teknologi dan E-Commerce Dipengaruhi Oleh Besarnya Potensi Pasar

Satu diantaranya, suntikan modal oleh Tencent Holdings ke Go-Jek nilainya menjangkau US$1, 2 miliar. Lantas disusul oleh Alibaba yang menanamkan modal US $ 1 miliar ke Lazada yang dilengkapi dengan cek resi jne bagi konsumen.

Tidak heran, bidang tehnologi tempati jumlah besar dalam keseluruhan nilai investasi itu, yaitu menjangkau 32%.

Menurut Aulia, sekarang ini semuanya bersama-sama menginginkan berinvestasi ke dunia e-commerce, jadi seringkali industri besar mulai menyisipkan modalnya ke sana, dengan argumen usaha masa depan.

Tetapi kata Aulia, usaha e-commerce begitu unpredictable. ” Mungkin e-commerce itu melesat cepat bisnisnya dalam waktu relatif cepat, juga demikian sebaliknya, ” kata Aulia. Oleh karenanya beberapa pelaku bisnis yang menginginkan mengukuhkan cakarnya mesti selalu bergerak serta tumbuh cepat.

Investasi yang selalu serta baru, untuk Aulia menggerakkan perkembangan positif untuk e-commerce.

Tentang berapakah nilai potensi dari usaha ini, Aulia mengakui kesusahan untuk mengukurnya. Sebab banyak deal-deal yang disclose, serta perusahaannya juga kebanyakn privat.

Tapi Aulia memberi sedikit deskripsi, kalau nilai potensi pasar e-commerce yang umumnya terlacak oleh media, tidak lebih dari 50% nilai yang ada.

Apakah merger serta akuisisi yang sangat dikuasai segelintir pihak juga akan menyebabkan monopoli? Aulia merekomendasikan supaya kontrol pada usaha ini begitu butuh, terlebih dengan terdapatnya paket kebijakan nomor 14 yang mengatur e-commerce. ” Yang perlu kontrol itu tidak meredam inovasi, ” ujarnya.

Setelah 3 bulan dibekukan lalu bagaimana perizinan dompet digital tokopedia

Kurang lebih telah tiga bln. mulai sejak 13 September 2017, Bank Indonesia (BI) menangguhkan (suspend) service dompet digital ” TokoCash ” punya Tokopedia. Hal itu karna perusahaan e-commerce memiliki nuansa hijau ini belum juga mengantungi izin atau lisensi service uang elektronik.

Menurut COO Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, pihaknya selalu merajut komunikasi yang aktif dengan pemerintah serta sistem perizinan tetaplah jalan. Meski demikian, terdapat beberapa pihak yang dilibatkan hingga belum juga terang kapan penangguhan TokoCash di buka.

” Prasyaratnya banyak sich, tapi sepanjang itu baik kami tidak problem. Kami masih tetap kejar semua suatu hal yang memberi kenyamanan serta keamanan untuk semuanya pihak lewat TokoCash, bukan hanya untuk Tokopedia tapi juga user, pemerintah, operator. Jadi pertimbangannya banyak, ” ia menerangkan, Rabu (13/12/2017), selesai konferensi pers kerja sama Tokopedia serta Mobile Legends di Aromanis Restaurant, Jakarta.

Leontinus menyebutkan TokoCash yaitu satu diantara DNA Tokopedia, yang peranannya memberi pengalaman transaksi lebih praktis. Bersamaan perubahannya, ketertarikan orang-orang pada TokoCash diklaim begitu tinggi.

Leontinus tidak mengatakan transaksinya telah berapakah selama ini. Yang pasti, aksi BI membekukan TokoCash karna mengumpulkan dana mengedar dengan kata lain floating fund lebih dari Rp 1 miliar.

” Kami sadar dengan transaksi yang begitu tinggi, kami harus juga tambah baik sekali lagi dengan service. Pemerintah memberi masukan yang baik dalam hal semacam ini, ” ia menerangkan.

Ke depan, Leontinus sesumbar TokoCash akan diperkembang lebih jauh dengan feature yang lebih kaya. Karenanya, problem perizinan serta beberapa hal administrasi yang lain mesti betul-betul dikerjakan dimuka.

” Kami ingin memperluas peranan TokoCash. Maka dari itu konsultasi selalu dengan pemerintah agar tidak bentrok sekali lagi nanti, ” ia menjelaskan.

Selama ini, yg tidak dapat dikerjakan lewat TokoCash yaitu menambahkan saldo dengan kata lain top-up. Fitur-fitur yang lain seperti transaksi, cashback, refund serta redeem Gift Card, masih tetap berperan seperti umum.

Terkecuali TokoCash, empat service pembayaran digital yang dibekukan BI yaitu ShopeePay punya Shopee, Paytren, serta BukaDompet punya Bukalapak. Ketentuan masalah dompet virtual ditata dalam Ketentuan Bank Indonesia (PBI) Nomor 11/12/PBI/2009, dengan perubahan terakhirnya pada PBI Nomor 18/17/PBI/2016.