Semarang

Kode Pos

Semarang
Semarang (dahulu Belanda: Samarang, Indonesia: Kota Semarang), adalah sebuah kota di pesisir utara pulau jawa, indonesia. Ini adalah ibukota dan kota terbesar di provinsi Jawa Tengah.

Kawasan ini memiliki luas 373,78 kilometer persegi (144,32 sq mi) dan berpenduduk sekitar 1,8 juta orang, menjadikannya kota terpadat kelima di Indonesia dan kota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Wilayah built-up (metro) memiliki 3.183.516 jiwa pada sensus 2010 yang tersebar di 2 kota dan 26 distrik. Semarang Raya (a.k.a. Kedungsapur) berpenduduk hampir 6 juta (lihat bagian Greater Semarang), dan terletak pada 6 ° 58 ‘110 ° 25’E. Pelabuhan utama pada masa penjajahan Belanda, dan masih menjadi pusat regional dan pelabuhan penting saat ini, kota ini memiliki populasi Jawa yang dominan.
Pada tahun 1678, Sunan Amangkurat II berjanji untuk memberikan kontrol kepada Semarang kepada Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) sebagai bagian dari pembayaran hutang. Pada tahun 1682, negara bagian Semarang didirikan oleh penguasa kolonial Belanda. Pada tanggal 5 Oktober 1705 setelah bertahun-tahun melakukan pekerjaan, Semarang secara resmi menjadi kota VOC ketika Susuhunan Pakubuwono membuat kesepakatan untuk memberikan hak perdagangan yang luas kepada VOC dengan imbalan penghapusan hutang Mataram. VOC, dan kemudian, pemerintah Hindia Belanda, mendirikan perkebunan tembakau di wilayah tersebut dan membangun jalan dan rel kereta api, menjadikan Semarang sebagai pusat perdagangan kolonial yang penting. [Rujukan?]
Kantor pusat perusahaan NIS (Gedung Lawang Sewu), Semarang, Hindia Belanda.
Kehadiran bersejarah dari komunitas Indo (Eurasian) besar di wilayah Semarang juga tercermin dari fakta bahasa campuran kreol yang disebut Javindo ada disana.

Permukiman VOC awal Semarang dengan benteng pentagonalnya yang menonjol.

Semarang diserahkan oleh Sultan Mataram ke Hindia Belanda pada tahun 1678. Kota ini digambarkan sebagai permukiman kecil dengan daerah Muslim yang saleh yang disebut Kauman, sebuah kota di China, dan sebuah benteng Belanda. Benteng tersebut memiliki bentuk pentagonal hanya dengan satu gerbang di selatan dan lima menara pemantauan untuk melindungi pemukiman Belanda dari tindakan pemberontakan, memisahkan ruang antara pemukiman Belanda dan daerah lainnya.  Padahal, kota Semarang hanya dirujuk ke perempat Belanda sedangkan pemukiman etnis lainnya dianggap sebagai desa di luar batas kota. Kota yang dikenal sebagai de Europeesche Buurt ini dibangun dengan gaya klasik Eropa dengan gereja yang terletak di tengah, jalan raya dan jalan yang lebar dikelilingi oleh vila-vila indah.  Menurut Purwanto (2005),  bentuk urban dan arsitektural permukiman ini sangat mirip dengan prinsip desain yang diterapkan di banyak kota di Belanda, yang mulai memperhatikan keindahan kota.

Karena Perang Jawa yang panjang dan mahal, tidak banyak dana dari pemerintah Hindia Belanda, yang berdampak pada perkembangan Semarang. Mayoritas lahan digunakan untuk sawah dan satu-satunya perbaikan kecil adalah pengembangan benteng sekitarnya. Meski kurang berkembang, Semarang memiliki sistem kota yang cukup tersusun, dimana kegiatan perkotaan terkonsentrasi di sepanjang sungai dan pemukiman tersebut terkait dengan pasar dimana berbagai kelompok etnis bertemu untuk melakukan perdagangan. Keberadaan pasar, di tahun-tahun berikutnya, menjadi elemen utama dan pembangkit pertumbuhan ekonomi perkotaan.

Kode Pos Desa

Pengaruh penting pada pertumbuhan perkotaan adalah proyek Great Mail Road di tahun 1847, yang menghubungkan semua kota di pantai utara Jawa Tengah dan Timur dan menjadikan Semarang sebagai pusat perdagangan produksi pertanian.  Proyek ini segera diikuti oleh pengembangan jalur kereta api Hindia Belanda dan jalan penghubung ke kota terdalam Semarang pada akhir abad ke-19.  Colombijn (2002)  menandai perkembangan sebagai pergeseran fungsi perkotaan, dari orientasi sungai bekas ke semua layanan yang menghadap ke jalan.