Raja Ampat Masuk 10 Best Situs Diving Dunia

Dinegeri kita ini kadang penuh dengan hal – hal yang sifatnya ironis. Belajar gamelan malah ke Cornel Universty, atau ke Leiden Univiersity. Analogi itu saya gunakan untuk mengkritisi kemampuaanak negeri ini. Raja Ampat Masuk dalam 10 Best Situs Diving Dunia, ternyata lebih dahulu dikenal oleh wisatawan mancanegara. Baru kemudian banyak teks – teks bemunculan yang mulai membantu di kalangan wisatawan domestik untuk menemu kenalinya. Yah, akhirnya harus diakui bahwa Raja Ampat menyimpan sejuta keindahan alam dan kecantikan bawah alam bawah lautnya. Yang membanggakan yang apa yang saya tulis diatas tadi, bahwa Raja Ampat juga merupakan salah satu dari situs selam paling mantap di dunia. Posisi itu semakin membuat wisawatawan Eropa penasaran dengan Raja Ampat.

Apa yang menarik sebenarnya dari tempat ini sehingga Raja Ampat masuk 10 best Situs Diving Dunia, sobat ? Jawabnya adalah Misterinya dan keindahan / kekayaan alamnya. Menurut misteri sebagaimana dilegendakan oleh masyarakat, ternyata memerlukan sudut pandang intelektual tersendiri Misteri asal muasal Raja Ampat menarik untuk di gali, sehingga wisatawan asing yang punya daya kritis mungkin akan menggali mitologi – mitologi yang hadir. Kalau keindahan alam sudah jelas, ia menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat yang menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia.. Secara alamiah dan geografis , kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia. Kabupaten ini memiliki 610 pulau; empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo merupakan pulau besar utama. Dari seluruh pulau yang ada, hanya 35 buah pulau yang berpenghuni. Sisanya masih perawan ting ting. Bisa kita bayangkan betapa alami dan indahnya serta polosnya alam Raja Ampat ini! Mantap.

Raja Ampat masuk 10 best Situs Diving Dunia, tentu membanggakan. Sekarang tinggal masyarakat setempat dan para wisatawan yang berkunjung itu bagaimana memperlakukan alam. Keperawanan dan kepolosan alam Raja Ampat mungkin akan sia – sia saja adanya, tentu setelah perbuatan mengeksploitasi tidak dibarengi upaya pelestarian alam itu sendiri.